MEMBANGUN BANGSA INDONESIA YANG
BERKARAKTER
Oleh : Abdurahim D. Balen, SH
Rasanya sudah sangat sering kita dengarkan ketidakpuasan masyarakat
terhadap kinerja pendidikan nasional. Kata - kata ekstrem pun sering
terluapkan; konon pendidikan nasional Indonesia telah gagal menjalankan misinya
untuk membentukmanusia - manusia yang cakap dan berkepribadian serta membangun
bangsa yang berkarakter. Konon pendidikan hanya bisa menghasilkan koruptor,
kolutor,provokator, dan manusia - manusia tak berbudi lainnya. Ekstremitas
tersebut tentu tidak sepenuhnya benar meskipun ada bagian yang tidak salah.
Adalah benar bahwa sebagian koruptor, kolutor, provokator serta manusia -
manusia yang tidak berbudi lainnya adalah orang - orang yang
berpendidikan, bahkan sebagian diantaranya berpendidikan tinggi; meskipun
demikian hal itu tidak berarti bahwa seluruh hasil pendidikan kita, khususnya
pendidikan tinggi, adalah buruk.
Di samping predikat negatif tersebut senyatanya pendidikan nasional kita
pun telah banyak menghasilkan para kreator, inovator, dinamisator, serta
manusia - manusia cakap dan berbudi pekerti luhur lainnya. Di negara kita ini
masih banyak orang yang cakap, pintar, jujur dan berlaku sebagai manusia dalam
arti yang sebenarnya. Dan sebagian dari yang banyak ini merupakan hasil
daripada pendidikan kita.
Tetapi lepas daripada itu semua, kiranya tidaklah salah atas adanya
anggapan bahwasanya misi pendidikan nasional kita belum sepenuhnya berhasil
membangun bangsa yang berkarakter. Bahkan
lebih daripada itu pendidikan nasional kita cenderung gagal membangun
bangsa Indonesia yang berkarakter.Bangsa yang Berkarakter Sekarang ini hampir
lima tahun bangsa Indonesia mengalami keterpurukan di banyak bidang kehidupan
sekaligus. Dimulai dari keterpurukan ekonomi kemudian
merambat ke bidang yang lainnya, hukum, sosial, budaya, pendidikan, dan
sebagainya. Keterpurukan yang terjadi sekarang ini sudah sangat kompleks karena
apa yang sedang berlangsung di dalam satu sisi segera disambut dengan sisi kehidupan
yang lain; apa yang terjadi di satu sudut segera diikuti oleh sudut kehidupan yang lain. Reformasi yang
digelorakan di negeri ini ternyata tidak atau belum sanggup mengatasi keterpurukan tersebut. Di dalam
berbagai dimensi, reformasi terkesan justru menambah kompleksnya keterpurukan
bangsa ini; dan di berbagai faset,reformasi terlihat tak lagi membuat simpel
tetapi justru menambah rumit problematika nasional yang dihadapi bangsa ini.
Sudah barang tentu reformasi yang sedang dijalankan oleh bangsa ini mengandung
banyak aspek yang positif tetapi ada ekses yang terkadang menutup cita - cita
reformasi itu sendiri, bahkan tak jarang terkesan akan membelokkan arah
reformasi. Munculnya barbarisme dan vandalisme baik secara fisik maupun
nonfisik, adanya model - model KKN baru, seringnya terjadi pembenaran politik
dalam berbagai permasalahan yang jauh dari kebenaran universal, hilang nya keteladanan
para pemimpin, larutnya semangat berkorban bagi bangsa dan negara, menjalarnya
penyakit sosial yang makin kronis, dsb, adalah realitas yang dapat menciutkan
hati warga negara yang mendambakan kebersamaan dan kedamaian.Bangsa Indonesia
sepertinya telah kehilangan karakter yang telah dibangun bertahun - tahun
bahkan berabad - abad. Keramahan, tenggang rasa, kesopanan, dsb,
yang merupakan karakter bangsa ini seolah - olah hilang begitu saja.
Sekarang ini kita sadar kembali tentang perlunya karakter baru bangsa Indonesia
untuk membangun negeri ini.Tim Kerja Filosofi
Pendidikan yang dibentuk oleh Depdiknas, Bappenas dan World Bank (1999)
pernah merumuskan karakter baru bangsa Indonesia ke depan yang terdiri lima
indikator masyarakat madani Indonesia; yaitu masyarakat yang demokratis dalam
perikehidupannya (democratization), masyarakat yang mampu menegakkan keadilan
dan hukum (law enforcement), masyarakat yang setiap anggotanya memiliki
kebanggaan diri baik secara individual maupun kolektif (human dignity),
masyarakat yang toleran sehingga dapat menerima dan memberi di dalam perbedaan
budaya (multicultural), serta masyarakat yang mendasarkan diri pada kehidupan
beragama dalam pergaulannya (religionism)
Sementara itu Tim Kebudayaan yang dibentuk oleh Depdiknas (2000) juga pernah
merumuskan karakter baru bangsa Indonesia ke depan yang terdiri delapan indikator
masyarakat madani Indonesia; yaitu masyarakat yang adil dan sejahtera, masyarakat
yang demokratis dan toleran, masyarakat yang tertib dan teratur, masyarakat
yang mandiri dan bertanggung jawab, masyarakat yang setara dan "bersama",
masyarakat yang memiliki integritas dan tahan budaya, masyarakat yang
religius dan berbudi pekerti, serta masyarakat yang dinamis dan
berorientasi ke depan.
Dengan mengambil pengalaman dari bangsa kita sendiri maupun bangsa - bangsa
lain pada umumnya untuk membangun karakter bangsa diperlukan waktu yang sangat
lama. "Character is an never ending process" . Itu berarti bahwa
proses pembentukan karakter suatu bangsa tidak saja memerlukan waktu yang lama
tetapi bahkan memerlukan waktu yang tidak ada henti. Pembentukan karakter tak
pernah selesai karena karakter itu sendiri berproses menurut perkembangan dan
dinamika bangsa.
Visi dan Komitmen
Panjangnya kesenjangan antara karakter bangsa yang dicita - citakan dengan realitas
yang ada sekarang ada yang beranggapan disebabkan karena kegagalan pendidikan
nasional kita.
Secara empirik di dalam banyak kasus pendidikan merupakan variabel independen
yang sangat menentukan perilaku variabel pasangannya. Dalam kasus membangun
bangsa yang berkarakter pun begitu pula halnya; artinya keberhasilan atau
kegagalan pendidikan sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan pembangunan
bangsa yang berkarakter. Di dalam tata hubungan yang positif, semakin baik
kinerja pendidikan semakin berhasil pembangunan bangsa yang berkarakter;
sebaliknya, semakin buruk kinerja pendidikan semakin gagal pembangunan bangsa
yang berkarakter.
Panjangnya kesenjangan antara karakter bangsa yang dicita - citakan dengan realitas
yang ada sekarang ini disebabkan karena kegagalan pendidikan nasional kita. Gagalnya
pembangunan bangsa yang berkarakter disebabkan buruknya kinerja pendidikan
nasional selama ini.Harus diakui bahwa kinerja pendidikan nasional sekarang ini
sangat buruk dan memprihatinkan; ini dapat dilihat dari hasil - hasil
pelaksanaan pendidikan yang masih jauh dari harapan. Rendahnya indeks
pembangunan manusia, rendahnya daya saing, kurang berbudayanya perilaku politik
para elite, merebaknya praktek korupsi di kalangan pemimpin, arogansinya
sekelompok masyarakat yang suka memaksakan
kehendak, dsb, adalah hasil pelaksanaan pendidikan nasional yang belum memuaskan
dalam jangka panjang.
Demi melihat keterpurukan dan keprihatinan seperti tersebut di atas maka diperlukan
strategi perbaikan pendidikan agar supaya kita sanggup membangun bangsa
Indonesia yang berkarakter. Visi dan komitmen merupakan langkah awal dari segenap
strategi untuk membangun bangsa yang berkarakter.Sekarang ini diperlukan visi
dan komitmen kepemimpinan nasional untuk membangun bangsa. Ironis memang,
negara Indonesia yang kaya dengan sumber alam baik yang sudah termanfaatkan
maupun yang belum termanfaatkan tidak mampu mebangun sebuah kualitas pendidikan
yang baik Bagi Bangsa ini.
Para petinggi pemerintah kita
ternyata cenderung disibukkan oleh masalah - masalah instan serta terlena pada
persoalan - persoalan yang berjangka pendek sehingga kurang mampu memecahkan
permasalahan bangsa di dalam jangka panjang ke depan. Sampai sekarang kita
tidak dapat menggambarkan bagaimana profil bangsa Indonesia seperempat abad ke depan
dikarenakan para petinggi pemerintah memang
tidak memiliki desain perencanaan yang matang. Visi dan komitmen itulah kata
kunci untuk membangun dapat bangsa yang berkarakter !!!*****


mantap
BalasHapusyap
Hapusyap
HapusAssalamualikum.Wr.Wb Salam Nindora Jaya, bagi kawan-kawan, sayap nindora,dpp nindora,dpw,dpd,dpc,pac,simpatisan yang mau bergabung dengan ormas nindora silahkan kirimkan VC+fotocopy ktp & formulir anggota via email : sekretariat.nindora@yahoo.co.id ormas.nindora@yahoo.com facebooks :dpp.nindorabogor@yahoo.com website nindora.blogspot.com Terimakasih hubungi 085711427622 / 085695081789 salam majulah jayaku indonesia raya untuk semua DPP NINDORA BOGOR ( NINDORA )
BalasHapusDEWAN PIMPINAN PUSAT NASIONAL INDONESIA RAYA ( NINDORA )
NINDORA.BLOGSPOT.COM|OLEH KETUA UMUM DPP NINDORA BAMBANG SAPUTRO
Assalamualikum.Wr.Wb Salam Nindora Jaya, bagi kawan-kawan, sayap nindora,dpp nindora,dpw,dpd,dpc,pac,simpatisan yang mau bergabung dengan ormas nindora silahkan kirimkan VC+fotocopy ktp & formulir anggota via email : sekretariat.nindora@yahoo.co.id ormas.nindora@yahoo.com facebooks :dpp.nindorabogor@yahoo.com website nindora.blogspot.com Terimakasih hubungi 085711427622 / 085695081789 salam majulah jayaku indonesia raya untuk semua DPP NINDORA BOGOR ( NINDORA )
BalasHapusDEWAN PIMPINAN PUSAT NASIONAL INDONESIA RAYA ( NINDORA )
NINDORA.BLOGSPOT.COM|OLEH KETUA UMUM DPP NINDORA BAMBANG SAPUTRO
siap
BalasHapus